Pages

Tanggal 10 Februari 2015, Sakit, Ziarah, Kenangan yang sulit di lupakan

Tuesday, February 10, 2015
Hari ini dan tanggal ini sulit di lupakan karena ada kenangan yang sulit untuk di lupakan. Kenangannya itu yang membuat sulit di lupakan.
Di hari ini [10 Februari] malamnya Bilal sakit gigi dan sangat sakit entah kenapa gak paham. Yang jelas sulit tidur malam itu.


Terus paginya, sembuh dan jam 9 an Bilal keluar ngelayap dan muter-muter, mencari percetakan Buku dan juga mencari tempat sablon kaos. Mampir lihat roku dll lah. Dan yang sulit di lupakan itu. Bilal di tosek sama abri karena Bilal gak pakek Helm. Jadi pas lewat dia nosek kepalaku dan ngeliat dengan muka masam. Bilal hanya mengangguk dan dia langsung pergi. Kan emang agak macet. Dan kala Bilal lihat sekitarpun tak ada yang tak pakek helm. Semua yang melintas itu pakek helm.
Trus akhirnya ya dapat tempat nyablon yang murah. Terus pulang. Di perjalanan pulang nanya-nanya kaos polos, dan akhirnya juga dapat. Cuman ya gak beli. Wong cuman nanya-nanya doang. Terus setelah itu mampir di pegadaian. Nanya-nanya kalau mau gadain barang gimana.

Terus sorenya, selesai shalat asar. Berangkat semua santri dengan pengasuhnya juga datang ke makam HabIb Kuncung dan ke makam Habib Munzir al-Musawa. Terus di makam Habib Kuncung sebelum magrib Tahlil, setelah shalat magrib terus ke makam Habib Munzir baca Maulid Diyaul Lami’ terus setelah itu shalat isya, pulang dan mampir di tempat temannya pengasuh. Bareng 2 bis santri putra dan santri putri.
Makan disana, dan perjalanan pulangnya inilah yang jadi kenangan. Bilal mulai sakit gigi, dan udah mulai gak kuat. Sakit banget. Terus sampek di kamar minta pijet sama santri, dan sampek sekarangpun juga masih sakit. Tadi di kasih obat. Di minum, toh walaupun pada dasarnya Bilal itu gak begitu suka minum obat karena memang gak di bolehin dulu waktu masih kecil. Agar gak mato [madura:ketagihan].

Dan akhirnya ya masih sakit sampai saat ini. Tapi ala kulli hal, ada status bagus. Di teman intinya sakit itu menghapus dosa. Semoga saja ya... Amin.

[untuk yang sedang sakit :
bismillahirrahmanirrahim..
Allah memerintahkan :
Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya
sehingga menjadi lemah.
Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya
makanan dari mulutnya
Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang
di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit
menjadi pucat pasi.
Malaikat keempat untuk mengambil semua
dosanya, maka berubahlah si sakit menjadi suci
dari dosa.
Tatkala Allah akan menyembuhkan hamba
mukmin itu, Allah memerintahkan kepada
Malaikat 1, 2 dan 3 untuk mengembalikan
kekuatannya, rasa lezat, dan cahaya di wajah
sang hamba. Namun untuk malaikat ke 4, Allah
tidak memerintahkan untuk mengembalikan
dosa-dosanya kepada hamba mukmin.
Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah
seraya berkata :
"Ya Allah mengapa dosa-dosa ini tidak Engkau
kembalikan?"
Allah menjawab : "Tidak baik bagi kemuliaan-Ku
jika Aku mengembalikan dosa-dosanya setelah
Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit.
Pergilah dan buanglah dosa-dosa tersebut ke
dalam laut."
Dengan ini, maka kelak pesakit itu berangkat ke
alam akhirat dan keluar dari dunia dalam
keadaan suci dari dosa.
Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :
"Sakit panas dalam sehari semalam, dapat
menghilangkan dosa selama setahun."
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
yang bermaksud:
"Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu
penyakit dan sejenisnya melainkan Allah akan
menggugurkan bersamanya dosa-dosanya
seperti pohon yang menggugurkan daun-
daunnya"
(Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)]
setidaknya semoga menjadi doa dan menjadi penghapus dosa. Amin

M. Albilaluddin al-Banjari
Presiden Mahasiswa STEI Tazkia 2014-2015
Hp: 0858-558-321-66, 
Email: bilalgrups@gmail.com
Twitter:  @malbilaluddin1 
IG: Bilal Grup, BBM: 5281cb04, 
ID Youtobe :  M. AlbilaluddinID 



1 comment: